Senin, 29 Maret 2010

BAB 2 - Perkenalan Yang Mendebarkan

Di Kala perjalanan Pulang, sambil terus berkeliling mencari SOSOk Gadis itu, ku lewati SD Negeri di Ma’hadku. Tanpa sengaja, ku bertemu dengan Gadis yang membuat hidupku bnerubah dua hari terakhir ini, tapi kenapa Gadis itu Berseragam SD, Berkemeja dan berkerudung Putih, dan bercelana Merah.
Tapi rasa heranku terus menekanku, kok bisa Gadis Seusia SD mampu menjerat hatiku, memang sih Pawakannya Gadis tersebut memang sudah seperti anak seusia SMA, tingginya saja sudah seperti tinggiku. Tapi, rasa kecewaku akan hasil pencarianku ini tidak mengalahkan perasaan sayangku kepadanya. Sayang yang terbangun cepat, di kala pandangan pertamaku padanya.
Setelah ku mengetahui gadis tersebut, ku bergegas menuju kantor ma’hadku. Dan kucari Data santri Baru SD, ku cari identitas dirinya. Lembar demi lembar kubuka, dan akhirnya kutemukan Nama Gadis yang menggetarkan hatiku. ”Najmiatul Jamilah Alya Ma’arif” ku baca Namanya dengan pelan, sambil merasuk ke dalam sukmaku.
Ternyata nama dari Gadis itu adalah “Jamilah” nama yang sesuai dengan dirinya yang Cantik. tiap huruf dari namanya merasuk ke dalam Kalbuku. Sebuah nama yang tak mungkin ku lupakan, yang akan selalu kukenang dalam seluruh hidupku.
Siangnya, saat jam Makan siang, aku melakukan kebiasaanku setelah sholat dhuhur, meminum Soft Drink dingin, di depan ruang tamu. Ternyata, di saat aku sedang menikmati softdrink kesukaanku, tak biasanya aku tersedak oleh minuman yang selama ini biasa ku minum, hal ini karena Si Jamilah lewat di depanku untuk mengambil piket makan, memang di Ma’hadku semua santri mengambil jatah makan di Dapur, yang memang ditempatkan di Rumahnya, terutama bagi santri putri yang memang harus melewati Ruang Tamu depanku apabila ingin mengambil jatah Makan.
“Permisi.... mas !” ucapnya lembut. Sungguh benar-benar suara yang membuatku mabuk kepayang, suara yang benar-benar lembut. Suara yang menggetarkan tulang rusukku. “Apakah ini yang dinamakan Cinta ?” tanyaku dalam hati.
“Ya, Silahkan !” Jawabku yang salah tingkah karena bertemu seorang bidadari surga yang turun dari langit, yang diturunkan oleh tuhan untuk membimbingku tentang arti cinta.
Ku ingat pesan dari Kahlil Gibran, seorang penyair cinta dari Lebanon "Apabila cinta memanggilmu, ikutilah dia, walau jalannya terjal berliku - liku. Dan apabila sayapnya merangkuhmu, pasrah dan menyerahlah kepadanya walau pedang yang tersembunyi di sayap itu melukaimu. Dan jika dia bicara kepadamu, Percayalah, walau ucapannya membuyarkan mimpimu, bagai angin utara mengobrak - abrik pertamanan."
Memang cinta itu buta, tidak mengenal siapa yang mencintai dan siapa yang mencintai, cinta akan selalu tumbuh di hati setiap manusia, tanpa peduli jabatan, profesi orang yang akan dipanahkan candu asmara di hatinya. Cinta juga tak mengenal usia, tak peduli muda, dewasa, tua, apabila sudah cinta tiada yang mampu menolaknya. Seperti halnya dengan aku, Na’m Attaqi, seorang Pemuda yang sudah kelas 1 SMA, merasakan sebuah cinta yang tulus kepada “Najmiah Jamilah Alya Ma’arif” seorang gadis yang masih kelas 3 SD, seorang gadis yang terpaut Usia dan waktu Olehku, seorang Gadis yang tiba-tiba muncul dalam kehidupanku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar